Sering sekali ada peserta magang di tahun kedua atau ketiga yang tanya apakah nanti habis magang, bisa lanjut SSW biar bisa tetep kerja di Jepang.
Pertanyaan itu selalu muncul. Apalagi kalau sudah betah kerja, gaji lumayan, dan mulai hafal jalan ke konbini langganan. Wajar banget.
Oke, langsung aja kita bahas. Tapi sebelumnya, sedikit cerita. Ada peserta magang, sebut saja Budi, dia tanya seperti itu di tahun keduanya. Dia magang di pabrik komponen mobil di Aichi. Waktu itu saya bilang, “Bisa, tapi jangan anggap enteng.” Nah, sekarang Budi udah jadi SSW di tempat yang sama. Tapi prosesnya nggak semudah yang dibayangkan.
Saya coba rangkum dari pengalaman beberapa orang lain, plus aturan resminya.
Jadi, jawabannya: Ya, peserta magang bisa lanjut ke program SSW.
Pemerintah Jepang memang membuka jalur itu, sebagai salah satu opsi buat mantan peserta magang yang mau tetap kerja di situ. Tapi ya itu tadi, nggak otomatis. Ada syaratnya, dan yang paling penting: kita yang harus berusaha.
Kalau kamu masih bingung perbedaan dasar antara magang dan SSW, kamu bisa baca dulu penjelasan lengkapnya di artikel Perbedaan Program Magang Jepang dan SSW (Mana Lebih Untung?).
Aturan resmi bagimana?
Program magang (Technical Intern Training) dan SSW (Specified Skilled Worker / Tokutei Ginou) itu beda status. Magang statusnya pelatihan, SSW itu status tenaga kerja terampil. Nah, mantan peserta magang yang sudah menyelesaikan program dengan baik, lulus evaluasi, dan tidak punya masalah hukum atau kontrak, bisa mengubah statusnya ke SSW.
Yang menarik, buat beberapa sektor, mantan peserta magang nggak perlu ikut tes skill lagi. Dianggap sudah punya pengalaman. Tapi tergantung sektor dan aturan terbaru. Makanya, penting banget cek informasi terbaru, jangan cuma dengar dari temen.
Syarat-syaratnya (yang harus dipenuhi)
Kalau mau lanjut ke SSW, biasanya harus memenuhi beberapa hal berikut:
- Menyelesaikan program magang dengan baik. Kalau putus kontrak atau kabur, sudah jalan buntu. Peluang hampir nol.
- Pengalaman kerja sesuai sektor. Misalnya magang di konstruksi, ya lanjut SSW di konstruksi. Tidak bisa tiba-tiba pindah ke perawatan (kaigo) tanpa tes lagi.
- Kemampuan bahasa Jepang. Minimal setara JLPT N4 atau lulus JFT Basic. Ini yang sering bikin orang gagal, soalnya banyak yang menganggap remeh.
- Ada perusahaan yang mau nerima. Status baru nggak datang sendiri. Harus ada perusahaan yang mau merekrut kita sebagai SSW.
Lanjut di Jepang atau pulang dulu?
Nah ini bagian yang sering bikin gagal paham. Ada dua opsi:
Opsi 1: Langsung di Jepang. Ini skenario ideal. Kontrak magang selesai, dan kita sudah dapat perusahaan yang mau ambil sebagai SSW. Kita bisa ajukan perubahan status tinggal tanpa harus pulang ke Indonesia. Prosesnya lebih praktis, dan tidak perlu repot mengurus dokumen dari jauh.
Opsi 2: Pulang dulu ke Indonesia. Kadang, belum dapat perusahaan baru, dokumen belum lengkap, atau ada kendala administratif. Akhirnya terpaksa pulang, lalu proses dari awal di Indonesia. Ini bukan berarti gagal, tapi jalannya lebih panjang. Sebagai contoh ada yang magang di pertanian, pengen pindah ke restoran. Karena beda sektor, dia harus ikut tes skill, dan prosesnya lebih ribet. Dia pulang dulu, baru balik lagi setelah dapat sertifikat.
Risiko dan kendala yang sering muncul
Jangan dikira semua mulus. Dari cerita orang-orang, kendalanya macam-macam:
- Perusahaan magang kadang tidak mau perpanjang atau tidak menyediakan jalur SSW. Mungkin karena alasan biaya atau kuota.
- Bahasa Jepang ternyata jadi ganjalan. Walaupun sudah kerja tiga tahun, belum tentu otomatis lolos tes N4. Apalagi kalau di lingkungan kerja cuma bahasa Jepang seadanya.
- Sektor tertentu mungkin tidak punya jalur SSW lanjutan. Contohnya, beberapa bidang magang memang tidak masuk dalam 14 sektor SSW.
- Proses imigrasi bisa lambat. Jadi jangan baru mikir di bulan terakhir kontrak, nanti bisa terlanjur dipulangkan.
Tips dari pengalaman
Kalau dari awal sudah niat mau lanjut SSW, lakukan ini sejak awal:
- Jaga performa kerja. Reputasi di perusahaan itu penting banget. Bos Jepang biasanya melihat kedisiplinan dan sikap.
- Belajar bahasa Jepang serius. Jangan cuma mengandalkan bahasa sehari-hari. Target minimal N4, lebih bagus N3. Banyak yang gagal di tes bahasa.
- Cari info sejak tahun kedua. Jangan nunggu mepet. Tanya ke sempai, ke konsultan, atau cek situs imigrasi.
- Bangun relasi. Kadang peluang SSW datang dari rekomendasi internal. Kalau mereka suka sama kita, biasanya lebih gampang.
Kesimpulannya
Magang bisa lanjut ke SSW. Itu fakta. Tapi bukan jalur otomatis tanpa usaha. Kalau magang itu pintu masuk ke Jepang, SSW itu pintu untuk bertahan lebih lama dan naik level. Yang menentukan bukan cuma aturan, tapi kesiapan diri sendiri.
Satu pesan: jangan pernah anggap remeh prosesnya. Banyak yang gagal karena terlambat persiapan. Jadi, dari sekarang, siapkan diri. Belajar bahasa, jaga nama baik, dan cari informasi sebanyak-banyaknya.
FAQ
Apakah semua peserta magang bisa lanjut SSW?
Tidak. Hanya yang memenuhi syarat dan tidak punya catatan masalah.
Harus pulang dulu?
Tidak. Bisa langsung di Jepang kalau semua dokumen siap dan ada perusahaan penerima.
Harus ikut tes lagi?
Tergantung sektor dan aturan terbaru. Beberapa sektor membebaskan mantan magang dari tes skill, tapi tetap harus cek.
Gaji SSW lebih besar?
Umumnya iya, karena statusnya pekerja, bukan peserta pelatihan.